A. Pendahuluan
Kepribadian
adalah kata yang begitu umum dipakai di dunia Psikologi, kepribadian seseorang
bisa dinilai dari kemampuannya memperoleh reaksi-reaksi dari berbagai orang dalam
berbagai keadaan. Untuk definisi kepribadian hampir bisa dikatakan tidak ada
suatu kesepakatan definisi dari keseluruhan pandangan yang pernah dilontarkan.
Sehat merupakan bagian dari harta manusia yang tak ternilai harganya.
Sehat merupakan anugerah dari Sang Maha Pencipta untuk makhluk hidup melakukan
perbuatan mulia sehingga sehat dapat di pandang indah untuk selalu disandang
oleh individu yang sadar akan hal tersebut.
Menurut
Becker. Konsep perilaku sehat
merupakan pengembangan dari konsep perilaku yang dikembangkan Bloom.
Becker menguraikan perilaku kesehatan menjadi tiga domain, yakni pengetahuan kesehatan (health knowledge), sikap
terhadap kesehatan (health attitude) dan praktik kesehatan (health
practice). Ini berguna untuk mengukur besar tingkat perilaku kesehatan individu yang menjadi analisis penelitian.
Para
ahli psikologi behavioristik memandang manusia tidak pada dasarnya baik atau
jahat.Para ahli yang melakukan pendekatan behavioristik,memandang manusia
sebagai pemberi respons(responder),sebagai hasil dari proses kondisioning yang
telah terjadi. Manusia lebih banyak meniru yang nantinya tumbuh menjadi
kepribadian yang mereka miliki.
Dalam
kaitanya dengan belajar ini sangat banyak teori- teori yang membahas atau yang
menyingguang tentang belajar, dari kebanyakan teori dan tokoh- tokoh kami
mengangkat gaya belajar social (Social Lerning) yang di kemukakan oleh
Albert Bandura seorang tokoh Psikologi yang menganut aliran Behaviorisme, yang
dimana segala sesuatu dari proses belajar ini berkaitan dengan envaironment
(lingkungan).
B.
Pembahasan Teori Behavioristik Albert
Bandura
Albert Bandura dilahirkan di Mundare Northern Alberta Kanada, pada 04
Desember 1925. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di desa kecil dan juga
mendapat pendidikan disana. Pada tahun 1949 beliau mendapat pendidikan di University
of British Columbia, dalam jurusan psikologi. Dia memperoleh gelar Master
didalam bidang psikologi pada tahun 1951 dan setahun kemudian ia juga meraih
gelar doctor (Ph.D). Bandura menyelesaikan program doktornya dalam bidang
psikologi klinik, setelah lulus ia bekerja di Standford University.Beliau
banyak terjun dalam pendekatan teori pembelajaran untuk meneliti tingkah laku
manusia dan tertarik pada nilai eksperimen.Pada
tahun 1964 Albert Bandura dilantik sebagai professor dan seterusnya menerima anugerah
American Psychological Association untuk Distinguished scientific contribution
pada tahub 1980.
Pada tahun berikutnya, Bandura bertemu dengan Robert Sears dan belajar
tentang pengaruh keluarga dengan tingkah laku social dan proses identifikasi.
Sejak itu Bandura sudah mulai meneliti tentang agresi pembelajaran social dan
mengambil Richard Walters, muridnya yang pertama mendapat gelar doctor sebagai
asistennya. Bandura berpendapat, walaupun prinsip belajar cukup untuk
menjelaskan dan meramalkan perubahan tingkah laku, prinsip itu harus
memperhatikan dua fenomena penting yang diabaikan atau ditolak oleh paradigma
behaviorisme. Albert Bandura sangat terkenal dengan teori pembelajaran social,
salah satu konsep dalam aliran behaviorime yang menekankan pada komponen
kognitif dari pemikiran, pemahaman, dan evaluasi.
Albert Bandura sangat terkenal dengan teori pembelajaran social ( Social
Learning Teory ) salah satu konsep dalam aliran behaviorisme yang menekankan
pada komponen kognitif dari fikiran, pemahaman dan evaluasi. Ia seorang
psikologi yang terkenal dengan teori belajar social atau kognitif social serta
efikasi diri. Eksperimen yang sangat terkenal adalah eksperimen Bobo Doll yang
menunjukkan anak – anak meniru seperti perilaku agresif dari orang dewasa
disekitarnya.
Teori kogoitif sosial (social cognitive theory) yang dikemukakan
oleh Albert Bandura menyatakao bahwa faktor sosial dan kognitif serta
factor pelaku memainkan peran penting dalam pembelajaran. Faktor kognitif
berupa ekspektasi/ penerimaan siswa untuk meraih keberhasilan, factor social
mencakup pengamatan siswa terhadap perilaku orang tuanya. Albert Bandura
merupakan salah satu peracang teori kognitif social. Meourut Bandura ketika
siswa belajar mereka dapat merepresentasikan atau mentrasformasi pengalaman
mereka secara kognitif. Bandura mengembangkan model deterministic resipkoral
yang terdiri dari tiga faktor utama yaitu perilaku, persnn/kogoitif dan
lingkungan. Faktor ini bisa saling berinteraksi dalam proses pembelajaran.
Faktor lingkuogan mempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi lingkungan,
faktor person/kognitif mempengaruhi perilaku. Faktor person Bandura tak punya
kecenderungan kognitif terutama pembawaan personalitas dan temperamen. Faktor
kognitif mencakup ekspektasi, keyakinan, strategi pemikiran dan kecerdasan.
Dalam model pembelajaran Bandura, faktor person (kognitif) memainkan
peranan penting. Faktor person (kognitif) yaog dimaksud saat ini adalah self-efficasy
atau efikasi diri. Reivich dan Shatté (2002) meodefinisikan efikasi
diri sebagai keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi dan
memecahkan masalah dengan efektif. Efikasi diri juga berarti
meyakini diri sendiri mampu berhasil dan sukses. Individu dengan efikasi diri
tinggi memiliki komitmen dalam memecahkan masalahnya dan tidak akan menyerah
ketika menemukan bahwa strategi yang sedang digunakan itu tidak berhasil.
Menurut Bandura (1994), individu yaog memiliki efikasi diri yaog tinggi akan
sangat mudah dalam menghadapi tantangan. Individu tidak merasa ragu karena ia
memiliki kepercayaan yang penuh dengan kemampuan dirinya.
Individu ini menurut Bandura (1994) akan cepat menghadapi masalah dao
mampu baogkit dari kegagalan yang ia alami. Menurut Bandura proses mengamati
dan meniru perilaku dan sikap orang lain sebagai model merupakan tindakan
belajar. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi
timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif, perilaku dan pengaruh
lingkungan. Kondisi lingkungan sekitar individu sangat berpengaruh pada pola
belajar social jenis ini. Contohnya, seseorang yang hidupnya dan dibesarkan di
dalam lingkungan judi, maka dia cenderung untuk memilih bermain judi, atau
sebaliknya menganggap bahwa judi itu adalah tidak baik.
Teori belajar
modeling merupakan teori yang dikemukakan oleh Albert Bandura. Dimana modeling
adalah proses belajar dengan mengamati tingkah laku atau perilaku dari orang
lain disekitar kita. Modeling yang artinya meniru, dengan kata lain juga
merupakan proses pembelajaran dengan melihat dan memperhatikan perilaku orang
lain kemudian mencontohnya. Hasil dari modeling atau peniruan tersebut
cenderung menyerupai bahkan sama perilakunya dengan perilaku orang yang ditiru
tersebut. Modeling ini dapat menjadi bagian yang sangat penting dan powerfull
pada proses pembelajaran.
Pada modeling
ini, kita tidak sepenuhnya meniru dan mencontoh perilaku dari orang – orang
tersebut, namun kita juga memperhatikan hal – hal apa saja yang baik semestinya
untuk ditiru atau dicontoh dengan cara melihat bagaimana reinforcement atau
punishmentnya yang akan ditiru. Dengan kata lain, semua pembelajaran tidak ada
yang terjadi secara tiba – tiba atau instan. Baik itu pada pendekatan belajar
classical conditioning maupun pendekatan belajar operant conditioning. Namun,
pembelajaran melalui modeling waktu yang digunakan cenderung lebih singkat dari
pada pembelajaran dengan classical dan operant conditioning. Dalam konsep
belajar ini, orang tua memainkan peranan penting sebagai seorang model atau
tokoh bagi anak – anak untuk menirukan tingkah laku yang akan mereka pelajari.
Menurut Bandura
terdapat empat proses yang terlibat di dalam pembelajaran melalui pendekatan
modeling, yaitu perhatian (attention), pengendapan (retention), reproduksi
motorik (reproduction), dan penguatan (motivasi).
1. Perhatian(attention), yang artinya
kita memperhatikan seperti apa perilaku atau tindakan – tindakan yang dilakukan
oleh prang yang akan ditiru.
2. Pengendapan(retention),
dilakukan setelah mengamati perilaku yang akan ditiru dan menyimpan setiap
informasi yang didapat dalam ingatan, kemudian mengeluarkan ingatan tersebut
saat diperlukan.
3. Reproduksi
motori(reproduction), hal ini dapat menegaskan bahwa kemampuan motorik
seseorang juga mempengaruhi untuk dapat memungkinkan seseorang meniru suatu
perilaku yang dilihat baik secara keseluruhan atau hanya sebagian.
4. Penguatan(motivation),
penguatan ini sangat penting. Karena dapat menentukan seberapa mampu kita
nantinya melakukan peniruan tersebut, namun penguatannya dari segi motivasi
yang dapat memacu keinginan individu tersebut untuk memenuhi tahapan
belajarnya.
Faktor lain yang harus diperhatikan
adalah faktor biologi. Faktor biologi juga sangat penting dalam penunjangan
proses pembelajaran modeling secara penuh. Karena apabila faktor biologi kita
tidak mendukung, maka proses pembelajaran yang akan dilakukan juga akan
mengalami kendala.
Ciri – ciri teori Pemodelan Bandura :
·
Unsur pembelajaran utama ialah pemerhatian dan
peniruan,
·
Tingkah laku model boleh dipelajari melalui bahasa,
teladan, nilai dan lain-lain,
·
Pelajar meniru suatu kemampuan dari kecakapan yang
didemonstrasikan guru sebagai model,
·
Pelajar memperoleh kemampuan jika memperoleh kepuasan
dan penguatan yang positif,
·
Proses pembelajaran meliputi perhatian, mengingat,
peniruan, dengan tingkah laku atau timbal balik yang sesuai, diakhiri dengan
penguatan yang positif
C. Studi Kasus
Aliran Behavioritik Albert Bandura
Kita selalu berfikiran bahwa perilaku anak tidak akan jauh beda dengan
orang tua. Teori Behavioristik Alber Bandura ini menjelaskan atas pernyataan
diatas bahwa seseorang akan meniru apa yang dilihat, didengar dan dirasakannya
dan jika orang tersebut nyaman dengan keadaan tersebut proses modeling itu
berubah menjadi suatu kebiasaan dan lama kelamaan menjadi sebuah kepribadian
yang lekat dengan dirinya. Tidak hanya orang tua saja yang mempengaruhi namun
juga kebudayaan yang tak kalah berpengaruh.
Kita ambil contoh saja, kebudayaan merantau adat Minang. Kebudayaan tersebut
mengajarkan anggota kelompoknya untuk mandiri dan tangguh untuk merantau di
negri orang. Dari kecil mereka sudah mengamati apa yang dilakukan oleh orang
tua mereka. Setelah dewasa secara sadar atau tidak sadar mereka akan melakukan
hal yang sama juga.



0 komentar:
Posting Komentar