Dapur
merupakan salah satu ruangan yang terpenting dalam sebuah rumah, dimana di
dalam dapur kita dapat membuat bermacam – macam makanan atau minuman. Mendengar
kata dapur pastilah kita membayangkan alat – alat masak seperti kompor, panci,
dan segala macam temannya. Kompor dan panci merupakan teman sejati dari dulu,
sepertinya mereka di buat untuk saling melengkapi. Siapa sih yang tidak
mengenal dua nama tersebut, pastilah tidak asing lagi. Kompor dari dahulu
memang terkenal untuk memasak menggunakan api. Tapi pernahkah kita berfikir
dari mana asal mula kompor bisa menjadi “ pahlawan dapur” ?
Mengapa
saya menyebutnya dengan “ pahlawan dapur “ ? karena menurut saya tanpa kompor
dapur tidak berarti apa – apa, seperti sayur tanpa garam. Dahulu, kita mengenal
saat zaman prasejarah saat abad “ food ghatering “ berkembang, manusia mulai
mengenal api dan digunakan untuk memasak. Saat itu kompor dikenal dengan nama
tungku, menggunakan kayu bakar atau tumpukan batu kali yang konon menghasilka
api apabila terjadinya gesekan antara dua buah batu, sangat tradisional. Memang
demikian asal mulanya wujudnya kompor.Namun jauh sebelum Indonesia, Cina dan
Eropa memiliki perkembangan kompor terlebih dahulu. Di China, sejak jaman
Dinasti Qin (221-206/207 SM) mereka memasak menggunakan tungku api yang terbuat
dari tanah liat atau lebih di kenal dengan tungku. Desainnya miri Kamado ( tempat
menaruh kuali ) di Jepang pada periode kerajaan Kofun abad 3 sampai dengan 6.
Kamado ini memiliki ke khasan lubang api dua untuk menaruh wadah memasak
diatasnya, bentuknya persegi panjang dan di kelilingi tanah liat. Bahan bakarnya
kayu dan batu bara dan memiliki tinggi selutut orang dewasa. Kamado berkembang
dan terus digunakan hingga periode Kerajaan Edo (1603 – 1867 ).
Berbeda perkembangan kompor di Eropa. Penduduk Eropa pada abad pertengahan, masih memasak secara terbuka dengan kayu bakar. Berkembang kemudian dengan membuat lantai yang lebih rendah untuk memasak. Selanjutnya dikenal juga memasak menggunakan perapian dari susunan batu. Perapian kemudian dibuat setinggi pinggang dilengkapi cerobong asap. Dengan cara ini memasak bisa dilakuakan sambil berdiri. Panci memasak diletakkan persis di atas api, digantung dengan tiang atau kaki tiga. Untuk mengatur panas tinggal menaikkan atau menurunkan posisi panci. Tungku yang seperti inilah yang di gunakan manusia di Indonesia pada zaman food gathering berlangsung.
Seiring
dengan berkembangan zaman, tungku dengan kayu bakar di anggap tidak efisien
lagi. Menggunakan kayu bakar, makanan yang di buat lama matangnya, mengeluarkan
banyak asap, jika cuaca tidak mendukung api susah di buat dan sangat berbahaya.
Dari berbagai percobaan, akhirnya pada tahun 1849 oleh Alexis Soyer pertama
kali memperkenalkan kompor minyak portable. Kompor ini bertekanan udara yang
dicampur dengan minyak tanah (mirip dengan kompor pedagang kaki lima jaman
dulu). Sedangkan kompor yang lainnya adalah kompor minyak tanah yang tidak
bertekanan karena menggunkan sumbu kompor. Namun tidak diketahui secara pasti
kapan kompor ini ditemukan.
Kompor
gas pertama kali dibuat pada tahun 1820, namun masih dalam bentuk eksperimen
dan bersifat rahasia.Baru benar-benar muncul pertama kali pada World Fair di
London tahun 1851. Mulai tahun 1880 kompor gas semakin dikenal masyarakat luas
dan berkembang secara komersial, walaupun agak terhambat karena pertumbuhan
jaringan pipa yang lamban.
Di Indonesiapun perkembang kompor
gas portable ini, namun karena semakin langka dan mahalnya minyak tanah, banyak
orang yang berlari ke kompor gas yang lebih murah dan praktis. Pada tahun 1880
kompor gas semakin dikenal masyarakat luas dan berkembang secara komersial,
walaupun agak terhambat karena pertumbuhan jaringan pipa yang lamban.
Hingga pada saat ini, banyak
diperkenalkan kepada masyarakat bermacam-macam model kompor gas. Kompor gas ini
dikenal lebih aman, efisien dan ekonomis sampai saat ini. Dan masih banyak yang
menggunakan kompor gas sebagai “ pahlawan dapur “ di rumah mereka. Bermacam –
macam model kompor gas di tawrkan, dengan tampilan yang slim sampai yang besar.
Ada juga kompor gas yang di buat untuk para traveler, bentuknya kecil seperti
koper dan berisi gas kecil.
Namun tidak menutup kreatifitas
orang untuk terus berkarya, ternyata setelah kompor gas ini di temukan masih
ada lagi kompor selanjutnya yang lebih modern, menggunakan tenaga listrik yang
di kenal dengan kompor listrik. Kompor macam ini, telah muncul setelah kompor
gas telah diperkenalkan. Pada 20 September 1859, George B. Simpson di
Washington DC, Amerika Serikat mematenkan kompor listrik yang menggunkan
pemanas dari kumparan. Prinsipnya, energi listrik diubah menjadi energi panas
lewat kumparan. Seiring perkembangan jaman, di tahun 1970 muncul ide untuk
menggantikan kumparan kawat dengan glass-caramic, sehingga kompor termuktahir
saat ini tidak berbau, berasap, dan ringkas. Di Indonesia sudah banyak digunakan
namun hanya kalangan atas, dikarenakan harganya yang relatif mahal.
.
Kesimpulan :
Manusia dari abad pra sejarah memang sudah mengenal api
untuk memasak. Kita sangat membutuhkan kompor untuk melakukan kegiatan masak
memasak. Mulai dari yang sangat tradisional menggunakan kayu bakar. Dahulu orang
– orang harus bersikeras menggumpulkan kayu bakar untuk memasak dan membuat api
dari gesekan duah batu kali. Ketersediaan yang sangat terbatas, memakan waktu
yang lama, bentuk yang sangat ala kadarnya membuat kita tidak nyaman dan
menimbulkan berbagai macam bahaya seperti kebakaran karena api yang sulit untuk
di kendalikan dan mengeluarkan banyak asap yang menyebabkan tungku ini sudah
tidak efisien lagi seiring dengan perkembangan zaman. Dari keterbatasan
tersebut, akhirnya Alexy Soyer memperkenalkan kompor gas yang lebih efisian
aman dan tidak mengeluarkan asap. Dengan bentuk yang lebih baik membuat kita
lebih nyaman untuk memasak. Kompor gas ini memiliki ciri khas menggunakan sumbu
untuk menyalakan apinya. Kompor gas ini juga di gunakan oleh masyarakat
Indonesia pada umumnya. Namun dengan adanya kelangkaan minyak tanah dan harga
minyak tanah menjadi mahal, banyak masyarakat yg berlari kepada kompor gas yang
saat itu di temukan oleh World Fair di London tahun 1851. Kompor gas ini yang
di kenal dan di gunakan lebih lama hingga sekarang. Kompor gas masih daat
memenuhi kebutuhan dapur masyarakat yang ekonomis, dan efisien. Banyak sekali
model yang di tawarkan kompor gas dalam bentuk komersial. Kompor gas masih
mendominasi dalam hal komersial. Kompor gas pun bermacam – macam, ada yang di
buat sengaja untuk traveler. Bentuknya sangat praktis seperti koper, isi gasnya
pun berbentuk tabung kecil. Setelah kompor gas di populerkan, muncul kompor
yang lebih modern menggunakan tenaga listrik tidak lagi menggunakan api. Namun karena
terhitung mahal, hanya kalangan atas yang bisa menggunakannya. Sampai saat ini
penemuan terakhir kompor berhenti di kompor listrik tersebut. Jika kita
perhatikan dari awal ditemukan tungku sampai kompor gas atau kompor listrik, di
setiap abad memiliki kesamaan ciri yaitu bentuk yang tidak berubah, persegi dan
di atasnya ada lubang untuk menaruh alat memasaknya, entah dua atau satu
lubang. Namun saya percaya seiring perkembangan zaman lagi nanti akan keluar
kompor – kompor yang lebih mutakhir lainnya.
Sumber
http://www.visualbuzzer.com/2148/sejarah-penemuan-kompor
asal-usul-motivasi.blogspot.com/.../asal-usul-kompor.html :



0 komentar:
Posting Komentar