Selasa, 12 November 2013

Perjalanan “ Sang Pahlawan “ Dapur



                Dapur merupakan salah satu ruangan yang terpenting dalam sebuah rumah, dimana di dalam dapur kita dapat membuat bermacam – macam makanan atau minuman. Mendengar kata dapur pastilah kita membayangkan alat – alat masak seperti kompor, panci, dan segala macam temannya. Kompor dan panci merupakan teman sejati dari dulu, sepertinya mereka di buat untuk saling melengkapi. Siapa sih yang tidak mengenal dua nama tersebut, pastilah tidak asing lagi. Kompor dari dahulu memang terkenal untuk memasak menggunakan api. Tapi pernahkah kita berfikir dari mana asal mula kompor bisa menjadi “ pahlawan dapur” ?
                Mengapa saya menyebutnya dengan “ pahlawan dapur “ ? karena menurut saya tanpa kompor dapur tidak berarti apa – apa, seperti sayur tanpa garam. Dahulu, kita mengenal saat zaman prasejarah saat abad “ food ghatering “ berkembang, manusia mulai mengenal api dan digunakan untuk memasak. Saat itu kompor dikenal dengan nama tungku, menggunakan kayu bakar atau tumpukan batu kali yang konon menghasilka api apabila terjadinya gesekan antara dua buah batu, sangat tradisional. Memang demikian asal mulanya wujudnya kompor.Namun jauh sebelum Indonesia, Cina dan Eropa memiliki perkembangan kompor terlebih dahulu. Di China, sejak jaman Dinasti Qin (221-206/207 SM) mereka memasak menggunakan tungku api yang terbuat dari tanah liat atau lebih di kenal dengan tungku. Desainnya miri Kamado ( tempat menaruh kuali ) di Jepang pada periode kerajaan Kofun abad 3 sampai dengan 6. Kamado ini memiliki ke khasan lubang api dua untuk menaruh wadah memasak diatasnya, bentuknya persegi panjang dan di kelilingi tanah liat. Bahan bakarnya kayu dan batu bara dan memiliki tinggi selutut orang dewasa. Kamado berkembang dan terus digunakan hingga periode Kerajaan Edo (1603 – 1867 ).





      Berbeda perkembangan kompor di Eropa. Penduduk Eropa pada abad pertengahan, masih memasak secara terbuka dengan kayu bakar. Berkembang kemudian dengan membuat lantai yang lebih rendah untuk memasak. Selanjutnya dikenal juga memasak menggunakan perapian dari susunan batu. Perapian kemudian dibuat setinggi pinggang dilengkapi cerobong asap. Dengan cara ini memasak bisa dilakuakan sambil berdiri. Panci memasak diletakkan persis di atas api, digantung dengan tiang atau kaki tiga. Untuk mengatur panas tinggal menaikkan atau menurunkan posisi panci. Tungku yang seperti inilah yang di gunakan manusia di Indonesia pada zaman food gathering berlangsung.



 



                Seiring dengan berkembangan zaman, tungku dengan kayu bakar di anggap tidak efisien lagi. Menggunakan kayu bakar, makanan yang di buat lama matangnya, mengeluarkan banyak asap, jika cuaca tidak mendukung api susah di buat dan sangat berbahaya. Dari berbagai percobaan, akhirnya pada tahun 1849 oleh Alexis Soyer pertama kali memperkenalkan kompor minyak portable. Kompor ini bertekanan udara yang dicampur dengan minyak tanah (mirip dengan kompor pedagang kaki lima jaman dulu). Sedangkan kompor yang lainnya adalah kompor minyak tanah yang tidak bertekanan karena menggunkan sumbu kompor. Namun tidak diketahui secara pasti kapan kompor ini ditemukan.

                Kompor gas pertama kali dibuat pada tahun 1820, namun masih dalam bentuk eksperimen dan bersifat rahasia.Baru benar-benar muncul pertama kali pada World Fair di London tahun 1851. Mulai tahun 1880 kompor gas semakin dikenal masyarakat luas dan berkembang secara komersial, walaupun agak terhambat karena pertumbuhan jaringan pipa yang lamban.
Di Indonesiapun perkembang kompor gas portable ini, namun karena semakin langka dan mahalnya minyak tanah, banyak orang yang berlari ke kompor gas yang lebih murah dan praktis. Pada tahun 1880 kompor gas semakin dikenal masyarakat luas dan berkembang secara komersial, walaupun agak terhambat karena pertumbuhan jaringan pipa yang lamban.
Hingga pada saat ini, banyak diperkenalkan kepada masyarakat bermacam-macam model kompor gas. Kompor gas ini dikenal lebih aman, efisien dan ekonomis sampai saat ini. Dan masih banyak yang menggunakan kompor gas sebagai “ pahlawan dapur “ di rumah mereka. Bermacam – macam model kompor gas di tawrkan, dengan tampilan yang slim sampai yang besar. Ada juga kompor gas yang di buat untuk para traveler, bentuknya kecil seperti koper dan berisi gas kecil.
Namun tidak menutup kreatifitas orang untuk terus berkarya, ternyata setelah kompor gas ini di temukan masih ada lagi kompor selanjutnya yang lebih modern, menggunakan tenaga listrik yang di kenal dengan kompor listrik. Kompor macam ini, telah muncul setelah kompor gas telah diperkenalkan. Pada 20 September 1859, George B. Simpson di Washington DC, Amerika Serikat mematenkan kompor listrik yang menggunkan pemanas dari kumparan. Prinsipnya, energi listrik diubah menjadi energi panas lewat kumparan. Seiring perkembangan jaman, di tahun 1970 muncul ide untuk menggantikan kumparan kawat dengan glass-caramic, sehingga kompor termuktahir saat ini tidak berbau, berasap, dan ringkas. Di Indonesia sudah banyak digunakan namun hanya kalangan atas, dikarenakan harganya yang relatif mahal.







.
Kesimpulan :
Manusia dari abad pra sejarah memang sudah mengenal api untuk memasak. Kita sangat membutuhkan kompor untuk melakukan kegiatan masak memasak. Mulai dari yang sangat tradisional menggunakan kayu bakar. Dahulu orang – orang harus bersikeras menggumpulkan kayu bakar untuk memasak dan membuat api dari gesekan duah batu kali. Ketersediaan yang sangat terbatas, memakan waktu yang lama, bentuk yang sangat ala kadarnya membuat kita tidak nyaman dan menimbulkan berbagai macam bahaya seperti kebakaran karena api yang sulit untuk di kendalikan dan mengeluarkan banyak asap yang menyebabkan tungku ini sudah tidak efisien lagi seiring dengan perkembangan zaman. Dari keterbatasan tersebut, akhirnya Alexy Soyer memperkenalkan kompor gas yang lebih efisian aman dan tidak mengeluarkan asap. Dengan bentuk yang lebih baik membuat kita lebih nyaman untuk memasak. Kompor gas ini memiliki ciri khas menggunakan sumbu untuk menyalakan apinya. Kompor gas ini juga di gunakan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun dengan adanya kelangkaan minyak tanah dan harga minyak tanah menjadi mahal, banyak masyarakat yg berlari kepada kompor gas yang saat itu di temukan oleh World Fair di London tahun 1851. Kompor gas ini yang di kenal dan di gunakan lebih lama hingga sekarang. Kompor gas masih daat memenuhi kebutuhan dapur masyarakat yang ekonomis, dan efisien. Banyak sekali model yang di tawarkan kompor gas dalam bentuk komersial. Kompor gas masih mendominasi dalam hal komersial. Kompor gas pun bermacam – macam, ada yang di buat sengaja untuk traveler. Bentuknya sangat praktis seperti koper, isi gasnya pun berbentuk tabung kecil. Setelah kompor gas di populerkan, muncul kompor yang lebih modern menggunakan tenaga listrik tidak lagi menggunakan api. Namun karena terhitung mahal, hanya kalangan atas yang bisa menggunakannya. Sampai saat ini penemuan terakhir kompor berhenti di kompor listrik tersebut. Jika kita perhatikan dari awal ditemukan tungku sampai kompor gas atau kompor listrik, di setiap abad memiliki kesamaan ciri yaitu bentuk yang tidak berubah, persegi dan di atasnya ada lubang untuk menaruh alat memasaknya, entah dua atau satu lubang. Namun saya percaya seiring perkembangan zaman lagi nanti akan keluar kompor – kompor yang lebih mutakhir lainnya.

Sumber
http://www.visualbuzzer.com/2148/sejarah-penemuan-kompor
asal-usul-motivasi.blogspot.com/.../asal-usul-kompor.html :

 

0 komentar: