WASHINGTON - Tim ilmuwan internasional telah mengungkap DNA dari ikan yang disebut sebagai spesies "fosil hidup", coelacanth. Ikan asal Afrika ini merupakan spesies tertua yang masih hidup hingga saat ini.
Dilansir ABC, Kamis (18/4/2013), ilmuwan meyakini bahwa coelacanth bisa
mengungkap petunjuk evolusi ikan purbakala dengan hewan yang ada saat
ini. Ikan purbakala ini dipercaya telah ada sejak ratusan tahun lalu.
"Kami
menemukan bahwa gen secara keseluruhan berkembang secara signifikan
lebih lambat dari setiap ikan lain dan vertebrata darat lainnya," ujar
Jessica Alfoeldi dari Broad Institute of the Massachusetts Institute of
Technology and Harvard.
Spesies ikan ini bisa ditemukan di
perairan Afrika Selatan serta pesisir Indonesia. Ikan berwarna
abu-abu-cokelat ini merupakan spesies yang dapat tumbuh hingga panjang
dua meter dengan berat 91 kilogram.
Fosil coelacanth pertama
yang ditemukan oleh paleontolog China berusia 375 juta tahun. Bagian
terunik pada ikan ini ialah terletak pada bentuk siripnya.
Ilmuwan yakin bahwa coelacanth mampu
memberikan petunjuk perihal evolusi ikan, yang dahulu hidup di air dan
kini bisa berjalan dengan cara "merangkak" ke darat. "Pertanyaan terkait
tentang ikan hidup yang merupakan kerabat dekat 'ikan pertama yang
merangkak ke darat' telah ditempatkan pada lungfish atau coelacanth," tutur Jessica. (fmh)
Minggu, 20 April 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar