Mitos tentang ari ari juga merupakan salah satu mitos paling
popular di Indonesia, banyak yang menganggap bahwa ari ari merupakan saudara
kembar dari si bayi, ada juga yang menganggap bahwa ari ari merupakan obat
paling mujarab bagi si bayi itu di masa depan.
Mitos ini muncul karena sepanjang sejarah kehamilan, ari ari
( plasenta ) selalu mendampingi sang janin. Jadi, sebenarnya bayi berharap
banyak dari “ teman seperjuangannya “ selama dalam kandungan ibu, sebagai
sumber makanan bagi janin. Nah, berharap banyak itulah yang didengungkan orang
tua pada budaya mengubur ari ari.
Sesuai dengan mitos, budaya dan filosofiny, tata cara
perlakuanari ari juga berbeda dari suatu daerah ke daerah lainnya. Tak heran,
ada tradisi yang memerlukan secara khusus sesuai adat istiadat mereka masing –
masing. Berikut adalah mitos tentang ari ari di berbagai daerah di Indonesia :
Mitos Orang Jawa
Menguburkan ari ari dalam tanah dengan harapan agar si anak
dekat dengan keluarganya, merasa hangat dan tentram dalam keluarganya. Selalu berkumpul
walau dalam keadaan apapun juga. Dan biasanya ari ari dikubur di halaman rumah
mereka dan di beri lampu di atas tanahnya selama kurang lebih 30 hari sebagai
tanda baru saja ada ari ari yang dikubur di tempat tersebut.
Mitos Orang Medan, Minang ( Padang ), Wajo, Bugis, Makasar
Melarung ari ari ke laut, agar si anak mobilitasnya tinggi
dan dapat merantau kemana – mana dan dapat menguasai alam raya ini.
Mitos Orang Tengger
Digantung dengan kendil di depan rumah, agar si anak tidak
jauh dari tanah kelahirannya.
Mitos Orang Bone
Mengubur ari ari di bawah pohon kelapa. Harapannya agar
kelak memiliki martabat tinggi sekaligus memberikan banyak manfaat bagi
masyarakat. Potongan plasenta dan ari ari di bungkus menyerupai bantal kecil
sebesar jempol, di selipkan di pinggang pelindung bala atau marabahaya.
Dari beberapa mitos di atas terlihat keunikan dari masing –
masing daerah. Tetapi realita ini hanya sebatas mitos belakang karena masih
banyak masyarakat lainnya yang menyimpan ari ari si bayi untuk pengobatan si
bayi tersebut suatu saat nanti.



0 komentar:
Posting Komentar